Cerpen : Bintang Mati di Langit Leipzig

Cerpen tentang seorang pemuda yang jatuh cinta kepada seorang perempuan di Leipzig. Disajikan dengan campuran bahasa Jerman, bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia yang indah.

Cerpen Lucu: I Am with Chicken

Berkisah tentang seorang anak yang phobia ayam. Suatu hari dia harus mengikuti olimpiade menangkap ayam. Bagaimana kisahnya? Apakah si anak tersebut bisa mengatasi rasa takutnya?

Pengalaman di Sekolah

Apa yang dilakukan seorang Anugrah di SMA? Cobalah baca, mungkin bisa membuat anda tidak termotivasi.

Jomblo

Pengen tahu Jomblo menurut pakarnya itu apa? Klasifikasinya bagaimana? Tipe-tipe Jomblo itu bagaimana?

Tentang Penulis

Ini dia penulis,designer,dan creator dari Blog ini. Yuk Intip siapa dia !

Jumat, 27 Juni 2014

Menguak misteri pembagian dan perkalian 0



Anda pasti sering mendengar atau melihat atau melihat dan mendengar atau tidak keduanya atau setengeh melihat atau setengah mendengar atau juga setengah melihat dan setengah mendengar tentang sebuah atau beberapa buah deret angka kalau dibagi atau dikali dengan angka 0 atau sebaliknya pasti hasilnya 0? mengapa demikian?

Pakar bahasa Sunda dari Oxford University, Prof.Anugrah Noer Hadi mengungkap tabir misteri ini setelah bertapa di WC selama 5 hari 5 malam dan berpuasa selama seminggu karna tidak punya uang, beliau menemukan sebuah masalah yang kini tak terdefinisikan.



A.Perkalian
 Prof.Anugrah , mengungkapkan bahwa perkalian dan pembagian 0 ini dapat didefinisikan dengan sebuah soal cerita. Baik kita ambil sebuah cerita dari 5x4=20

Begini ceritanya:
Dahulu kala, di SD Sukasuka'an hiduplah anak yatim bernama Okin singkatan dari Oswald Kinderman. Dia adalah anak yang pandai, pandai bikin onar,pandai ngejekin orang,dan pandai bikin orang nangis. Guru-guru pun bangga dengan dia karna prestasinya itu. Tapi dia berasal dari keluarga kurang mampu, bahkan dia hanya punya mobil mewah 5 buah dan motor ninja 6 buah. Sungguh kasihan hidupnya. Untuk membantu keluarganya, dia berjualan ganja disekolahnya. Setiap hari, dia membawa 5 kardus kecil dimana setiap kardusnya berisi 4 kantong ganja. Pertanyaannya,berapa kantong ganja kah yang dibawa Okim kesekolah?
Jawaban: 5x4=20
Jadi ,ganja yang dibawa okim adalah 20 kantong.

Lalu bagaimanakah dengan 5x0=0 ? Simak ceritanya.
Suatu hari, Okim membawa 5 kardus ke sekolah didalamnya seperti biasa adalah beberapa kantong ganja. Ketika disekolah,dia membuka kardus-kardus itu. Ternyata eh ternyata, setiap kardus isinya kosong.
Berapa kantong ganjakah yang dibawanya kesekolah?
Jawaban: 5x0=0
Jadi,ganja yang dibawa okim adalah 0 kantong.

B.Pembagian
Seperti halnya perkalian, pembagian pun bisa didefinisikan dengan sebuah soal cerita. Simak ceritanya.

Saat bel istirahat, seperti biasa Okim disuruh kedua temannya beli miras oplosan di kantin sekolah. Dia membeli 4 botol miras oplosan yang isinya Antangin, larutan Baygon, Minyak Telon Caplang, Segar sari rasa es gula batu, dan Promaag untuk kedua temannya itu. Berapa botolkah yang didapat masing-masing kedua teman Okim?
Jawaban: 4:2=2
Jadi, miras oplosan yang didapat kedua teman Okim masing-masing adalah 2 botol.

Lalu bagaimana dengan pembagian 0? Silahkan baca..

1.Seperti biasa, Okim disuruh beli 4 botol minuman untuk kedua temannya itu. Tapi ternyata, dikantin miras oplosan tersebut habis. Berapa botolkah yang didapat kedua temannya itu?
Jawaban : 0:2=0
Jadi, kedua teman Okim masing-masing mendapatkan 0 botol.

Dari seoal cerita tersebut, para pembaca pasti bisa mengambil kesimpulan dari definisi atas pembagian dan perkalian 0.
Itulah penjelasan dari Prof.Anugrah Noer Hadi, saya berharap artikel ini tidak dimengerti oleh kalian. Terimakasih

Selasa, 13 Mei 2014

Anugrah - Tresna

Berikut adalah lagu ciptaan saya yang menggunakan bahasa Jepang,Jerman,Inggris dan Sunda. Selamat mendengarkan



Rabu, 23 April 2014

Apa itu UN?

Hampir semua siswa di indonesia,utamanya kelas XII memikirkan UN. Siswa yang sedang belajar memikirkan UN, siswa yang mau tidur memikirkan UN,siswa yang sedang ngupil memikirkan UN,siswa yang sedang eek memikirkan UN,siswa yang guling-guling dijalan gak ada kerjaan memikirkan UN,bahkan siswa yang bengong juga memikirkan UN. Lalu apakah sebenarnya UN yang para siswa pikirkan itu? Prof.dr.Anugrah Noer Hadi,Ph.D,Sp.D,MOPD akan menjawabnya.


 Seorang Professor ahli Pendidikan Hewan lulusan TK Al-Hidayatul Muttaqin,Babakan Domba Prof.dr.Anugrah Noer Hadi,Ph.D,Sp.D,MOPD, yang sekarang bekerja di WHO sebagai Main Leader di divisi Research Center of Biomedical Science memamarkan teori-teorinya mengenai UN.

Sebelumnya mari kita bahas terlebih dahulu definisi menurut para ahli lain yang dijelaskan sebagai berikut:

Menurut Edward Schwistiger (1990-1991),atau sering disebut Mang Uwed,seorang tukang Es Doger asal Jerman memaparkan bahwa UN adalah Ujian serentak secara nasional dimana seluruh murid mengerjakan beberapa soal dari beberapa mata pelajaran tertentu.

Menurut Ivan Jigasekov Szhlieur (2001-2004),seorang penjaga WC umum di Dadaha yang berasal dari Rusia memaparkan bahwa UN adalah serangkaian test dimana para murid sekolah secara nasional mengerjakan soal ujian dalam beberapa mata pelajaran tertentu sesuai dengan jurusan yang diambil oleh murid tersebut dan dikerjakan  dalam waktu yang sama yang mana soal-soal yang dikerjakan dibuat oleh pusat dinas pendidikan , dimana nilai test tersebut akan digabungkan dengan nilai UAS sebagai syarat untuk lulus jika nilainya memenuhi nilai minimum yang sudah ditentukan.

Dari teori diatas Prof.dr.Anugrah Noer Hadi,Ph.D,Sp.D,MOPD menyimpulkan sebuah teori dimana teori ini adalah teori yang paling tepat menurut hati nurani dan pemikiran masyarakat. Prof.dr.Anugrah Noer Hadi,Ph.D,Sp.D,MOPD mengatakan bahwa UN adalah Ujian Nasiona. Teori ini sangat mengagumkan bukan?

Selain teori, disini juga dipaparkan klasifikasi UN menurut Prof.dr.Anugrah Noer Hadi,Ph.D,Sp.D,MOPD .Berikut pemaparannya:

Menurut Pandangan masyarakat dan pemerintah, UN dibagi menjadi tiga macam yaitu:
-UN Primer : dimana UN dianggap sebagai ujian pokok dan diutamakan serta harus diadakan oleh dinas pendidikan yang mana nilai dari hasil UN tersebut sepenuhnya dijadikan sebagai syarat untuk kelulusan. Alhasil, orang yang berpikiran tersebut habis dikeroyok oleh murid-murid sekolah.
-UN Sekunder : dimana UN dianggap harus diadakan namun tidak dijadikan syarat utama untuk menentukan lulus atau tidaknya seorang siswa, akan tetapi nilai dari hasil UN tersebut dicampur dengan nilai sekolah untuk dijadikan nilai kelulusan. Nah,pemikiran inilah yang sekarang digunakan oleh pemerintah.
-UN Tersier : dimana UN dianggap harus ada namun tidak dijadikan sebagai syarat kelulusan tetapi nilai UN tersebut digunakan sebagai ajang pamer bagi siswa yang nilainya besar.
-Anti-UN : dimana UN dianggap sebagai beban para siswa dan harus ditiadakan. Pemikiran ini banyak terdapat digolongan siswa maupun guru.

Menurut Singkatan selain Ujian Nasional, UN dibagi menjadi 3 :
-Ujian Neraka: UN diibaratkan sebuah ujian yang apabila gagal,akan masuk neraka. Pemikiran ini dialami orang yang sangat takut pada UN.
-Ujian Nyontek: Pemikiran ini terjadi bagi siswa yang mengerjakan UN dengan cara mencontek ke teman atau moncontek ke buku sumber.
-Ujian Nyalin: Pemikiran ini terjadi bagi siswa yang sudah memiliki bocoran kunci jawaban sebelumnya. Setelah mencocokan soal dengan kunci jawaban yang benar, murid tinggal menyalin saja kunci jawaban ke dalam lembar jawaban.

Menurut kerjasama atau tidaknya dalam mengerjakan, UN dibagi menjadi 2 :
-UN Mandiri : cara pengerjaan dimana UN dikerjakan oleh sendiri dengan cara jujur,nyontek ke buku sumber,ke ringkasan, maupun menyalin bocoran kunci jawaban.
-UN Bersama : cara pengerjaan dimana pengerjaan UN dilakukan dengan kerjasama dua siswa atau lebih dengan cara voting maupun asas musyawarah mufakat.

Nah itulah teori-teori UN menurut Prof.dr.Anugrah Noer Hadi,Ph.D,Sp.D,MOPD yang telah menecahkan fenomena misteri UN yang banyak dipikirkan oleh siswa. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih.

Minggu, 29 Desember 2013

cerpen lucu "I am with chiken'

 Nama gue Ucok, gue ditakdirkan menjadi seorang siswa SMA pecundang akut. Kenapa? Karna gue gak punya bakat apa-apa. Di bidang seni? Ngegambar? Bahkan ngegambar dua gunung pun gue gak bisa. Gue butuh waktu dua jam buat gambar satu gunung dan itupun gunungnya berbentuk segitiga dengan sudut tepat 90 derajat. Lalu nyanyi? Kumohon jangan tanya suara gue gimana. Terakhir nyanyi temen-temen sekolah gue banyak yang tiba-tiba tuli, migrain, vertigo akut,dan bahkan ada yang langsung meninggal dengan mulut penuh busa karna keracunan makanan setelah denger suara gue. Bagaimana dengan IPA? Gue gak bisa,gue bingung kenapa dalam fisika, benda jatuh aja meski diitung kecepatan atau percepatannya, padahalkan tinggal diambil lalu dikembalikan ketempatnya. Gue juga gak bisa dibidang biologi dan kimia. Lalu sejarah? Sejarah yang bisa gue hafal cuma sejarah gue sama mantan. Dan yang mirisnya gue cuman punya satu mantan, dan itu juga susah buat di move on-in. Miris banget kalo liat sejarah. Terus bagaimana dengan bahasa? Bahasa inggris gue parah banget. Bahkan kata “I” aja kadang gue lupa artinya apa. Wajar kalo gue gak bisa bahasa inggris, karna bahasa Indonesia aja belum lancar. Kadang gue harus buka kamus besar bahasa INDONESIA-SUNDA atau buka Google Translate buat menterjemahkan bahasa Indonesia kedalam bahasa sunda.

               Mungkin bakat gua hanya dibidang M.A alias Maling Ayam. Gue hebat banget dalam hal ini. Gue cuman ketangkep pas pertama kali maling. Dan itupun gue cuman digebukin dan cuman koma selama dua tahun. Kadang gue mikir gue pengen banget adanya pengakuan dan perlindungan Hak buat yang suka nyolong ayam kaya gue. Gue juga pengen banget bikin OMAS(Organisasi Maling Ayam Sedunia) yang dinaungi oleh PBB. Tapi itu cuman mimpi belaka. Dan gue juga udah ga suka maling lagi karna pas terakhir gue maling, gue malah diserang balik sama ayamnya dan gue masuk UGD dengan tubuh penuh luka tebasan oleh serangan ceker ayam. Dari mulai saat itu, gue phobia sama ayam. Dan gue juga jadi takut sama telor dan daging ayam.
               Hari ini adalah pelajaran olahraga. Biasanya kalau maen bola, gue cuman kebagean nyentuh bola jikalau ada bola yang keluar dari lapangan.Sisanya gue bengong liatin temen-temen gue maen. Tapi hari ini kelas gue mau di test lari, buat gue lari itu gampang karna gue udah biasa dikejar-kejar warga kalau gue maling.

“Oke,anak-anak kita sekarang akan di test lari.” Kata guru olahraga.

“Larinya pake apa pak?” kata si Goplak temen gue. Dia orangnya polos namun jujur banget.

“PAKE PANTAT.” Guru olahraga berteriak keras.
“Oh iya pak.” Jawabnya

               Lomba pun dimulai, seperti biasa gue lari kencang sekencang-kencangnya yang makin kencang dan paling kencang,pokonya kencang deh.Tapi yang gue heran, si Goplak yang biasanya dibelakang gue kok ga keliatan. Ternyata benar, dia ada di belakang. Dan gue gak nyangka, DIA LARI PAKE PANTAT. Gue kagum sama kejujurannya. Sangat kagum sekali.
               Seperti biasa gue dapet urutan pertama dengan si Goplak yang terakhir. Gue gak bisa ngebayangin keadaan pantatnya gimana,gue bisa liat pantatnya berasap karna panas dari gaya gesekan. Gue jamin dia gak bakalan bisa jongkok,duduk,atau nungging selama bertahun-tahun karna cedera pantat yang parah.
“Ucok,sini!” guru olahraga manggil gue. “ Ternyata kamu punya bakat di bidang lari, dan keliatan gesit. Kamu bisa nangkep binatang?”
“ Iya pak saya bisa kalau bukan binatang buas.”
“Oke, jadi bapak mutusin kalo kamu bakalan ikut Olimpiade Olahraga cabang yang baru.”
“Iya pak, cabang apa emang?”
“Olimpiade cabang nangkep ayam. Ayam nya adalah ayam Jago jantan yang sudah di latih di kemiliteran bersama TNI. Ayam tersebut dilatih untuk berlari cepat dan bergerak gesit. Dan karna ketangkasannya, bahkan presiden Indonesia memberi julukan ayam tersebut dengan ‘AYAM AVATAR’ yang diresmikan di rapat tahunan PBB di Korea Selatan.” Kata guru olahraga.

“Tapi pak?”

“Gak ada tapi-tapian! Kalo kamu gak mau, kamu dikasih nilai minus lima puluh sama bapak.”

“Kok bapak maksa!”

“Kamu ngeyel?! pokonya kamu harus ikut!”

Dengan kepaksa gue ikut. Gue bingung gue kan phobia sama ayam, gimana gue bisa ngelawan ‘AYAM AVATAR’. Yang gue takut kalau dia bisa mengendalikan 4 element ketika gue ngelawan dia. Akhirnya gue mutusin minta bantuan temen gue,si Goplak.

“Oke buat latihan pertama, loe harus berani nyentuh dulu telor ayam.” Kata si goplak.

“Baiklah.” Gue semangat.

Ketika gue liat itu telor, gue ngarasa ngeri banget. Gue takut ketika tuh telor gue sentuh, tiba-tiba telor itu menetas dan mengeluarkan ayam yang langsung nyerang gue. Akhirnya gue pun beraniin diri dan menyentuh tuh telor. Gue sentuh tuh telor dengan belaian mesra,gue elus-elus,gue raba-raba. (Pembaca saya mohon untuk tidak berpikiran negative, ini cuman telor.Sekali lagi ini hanya telor,iya telor,telor ayam). Tiba-tiba, ketakutan gue sama telor sudah hilang. WAW.

“Latihan kedua, yaitu makan daging ayam.”

“Oke.”

Gue takut banget, gue takut kalau ayam goring yang dikasih sama si Goplak itu ayam zombie alias mayat idup yang terinfeksi virus flu burung jenis baru. Gimana kalo pas gue mau makan tuh ayam goreng,tiba-tiba ayamnya idup lalu malah balik makan gue? Terus gue jadi zombie juga,terus gue makan si goplak,si goplak makan emaknya, terus berlanjut hingga seluruh dunia terinfeksi menjadi zombie? Gimana ini? Gimana? Tapi gue buang fikiran itu dan makan tuh ayam goreng. Dan rasanya, enak banget. Gue makan tuh daging sampe habis.

“Oke , ini tahap terakhir dan paling sulit. Berinteraksi langsung dengan Ayam.”

“Oke gue siap.”

Gue ngedeketin tuh ayam. Ayam itu terlihat lugu dan polos. Tapi gue gak akan tertipu sama kepolosannya. Semua ayam itu sama,kejam,jahat,dan gabisa di percaya. Dengan keberanian gue berhasil nangkep tuh ayam.Namun, ketika gue menatap mata ayam itu. Ingatan itu kembali, ingatan di masa lalu, ketika ayam menyerang gue. Yah,ingatan itu gak terlalu menyakitkan kayak ingatan sama mantan sih, tapi setidaknya itu ngingetin gue sama phobia ayam. Gue inget ketika mantan mencabik-cabik hati gue,eh maksudnya ketika ayam mencabik-cabik tubuh gue dengan cekernya yang membuat gue masuk UGD. Gue jadi takut lagi.
Tiba-tiba saat gue pegang, si ayam bilang,”Pok!”. Gue kaget setengah mati,saking kagetnya gue lempar tuh ayam ke tembok. Si ayam Cuma bisa diem tak berkutik lemah tak berdaya setelah gue lempar. Gue ngerasa bersalah, gue meluk tuh ayam. Tiba-tiba dia bilang “Pok!” lagi, gue kaget lagi, dan gue lempar lagi tuh ayam ke tembok,gue peluk lagi dia. Kejadian itu terulang selama sepuluh kali. Dan ketika dia “Pok!” yang kesebelas, gue gak kaget,gue tetep meluk dia,dan tiba-tiba ayam itu menghembuskan nafas terakhirnya. Ayam itu mati dalam pelukan gue. Gue ngerasa bersalah banget. Tapi sisi positifnya, gue udah gak takut lagi
sama ayam. Gue siap lomba.

Hari yang menentukan pun dimulai.Banyak saingan berat yang siap ngejatuhin gue. Tapi gue gak takut. Gue pun akhirnya masuk ke Arena. Penonton bersorak sama gue. Gue bingung, mereka bersorak karna gue masuk ke arena ataukah karena gue ganteng? Itu masih menjadi misteri.

Ternyata eh ternyata, si AYAM AVATAR yang ada di hadapan gue itu adalah ayam yang udah bikin gue ke UGD. Gue ngerasa down. Ayam itu akhirnya lari,dan benar saja pergerakannya lincah. Dan ketika ketangkap dia pasti ngelawan dengan cakarnya. Ini benar-benar tantangan berat. Ayam itu kesana kemari dengan gesit. Gue cuman bisa liat pergerakannya. Dan akhirnya, gue melangkahkan kaki buat ngejar tuh ayam. Hebat! Ayam itu bener-bener cepet. Tapi gue lebih cepet. Gue ngejar terus tuh ayam dan HAP kena. Tapi pergulatan ini baru dimulai, tuh ayam bener-bener ngelawan hebat. Memang dalam peraturannya kita bebas melakukan apa saja agar ayamnya bisa diam dan kita dapatkan, tapi ini bener-bener sulit. Lalu ayam itu pun lepas, dan kabur dengan cepat. SIal! Akhirnya gue lari lagi ngejar tuh ayam. Pergerakanya makin cepat. Gue juga harus lari makin cepet. Dan HAP, gue nangkep tuh ayam. Dia bener-bener ngelawan. Tiba-tiba ketika tuh ayam dipengang sama gue,dia bilang “Pook!”. Gue kaget dan ngelempar tuh ayam ketembok. Dia pun akhirnya lemas tak berdaya. Jadi ini cara yang terbaik ngalahin dia. Dan akhirnya Gue menaaaang.

Akhirnya gue menemukan bakat gue, yaitu jadi atlet nangkep ayam. Olahraga nangkep ayam pun sekarang sudah mendunia. Gue bangga pada diri gue sendiri. Gue nyadar, ternyata setiap orang memiliki peran dan bakatnya masing-masing. Yang harus gue cari, cuman apa bakat gue dan dimana posisi yang tepat untuk menempatkan dan mengasah bakat yang gue punya.